Menghapus Jejakmu
Lagu ini, bukan cuma karena pas sama suasana
hati, bukan itu saja. Lagu sedih dengan irama riang yang liriknya
mengingatkan saya untuk bisa tetap survive, dan melepaskan segala yang
berkaitan dengan “dia”.
"Dia" yang dengan sangat tega
memutuskan hubungan lewat sms dan menganggap kebersamaan kami selama empat
tahun ini bukan sesuatu yang pantas dipertahankan. Dengan alasan yang
hingga detik ini masih menjadi tanda tanya besar dan mengganjal di dalam
hati dan pikiran saya.
Saya merasa hampir gila, sungguh. Semua hal
yang ada di hadapan saya adalah dia. Saya terlanjur bersikap naif dengan
meletakkan seluruh masa depan saya pada dia, seolah-olah dia
benar-benar dikirim oleh Tuhan untuk menjadi suami saya. Saya terus
teringat suaranya, dan seluruh kata-katanya yang selalu saya turuti.
Dia adalah hidup saya.
Dan ternyata saya salah.