Jumat, 07 Maret 2014

2011

Menghapus Jejakmu
Lagu ini, bukan cuma karena pas sama suasana hati, bukan itu saja. Lagu sedih dengan irama riang yang liriknya mengingatkan saya untuk bisa tetap survive, dan melepaskan segala yang berkaitan dengan “dia”.
"Dia" yang dengan sangat tega memutuskan hubungan lewat sms dan menganggap kebersamaan kami selama empat tahun ini bukan sesuatu yang pantas dipertahankan. Dengan alasan yang hingga detik ini masih menjadi tanda tanya besar dan mengganjal di dalam hati dan pikiran saya.
Saya merasa hampir gila, sungguh. Semua hal yang ada di hadapan saya adalah dia. Saya terlanjur bersikap naif dengan meletakkan seluruh masa depan saya pada dia, seolah-olah dia benar-benar dikirim oleh Tuhan untuk menjadi suami saya. Saya terus teringat suaranya, dan seluruh kata-katanya yang selalu saya turuti.
Dia adalah hidup saya.
Dan ternyata saya salah.